A. Garam
Umumnya zat-zat dengan sifat yang
berlawanan, seperti asam dan basa cenderung bereaksi membentuk zat baru. Bila
larutan asam direaksikan dengan larutan basa, maka ion H+ dari asam akan bereaksi
dengan ion OH- dari basa membentuk molekul air.
H+ (aq) + OH- (aq) → H2O (ℓ)
Asam Basa Air
Karena air bersifat netral, maka reaksi
asam dengan basa disebut reaksi penetralan. Apakah terjadi reaksi antara ion
negatif dari asam dan ion positif logam dari basa? Ion-ion ini akan bergabung
membentuk senyawa ion yang disebut garam. Bila garam yang terbentuk ini mudah
larut dalam air, maka ion-ionnya akan tetap ada di dalam larutan. Tetapi jika
garam itu sukar larut dalam air, maka ion-ionnya akan bergabung membentuk suatu
endapan. Jadi, reaksi asam dengan basa disebut juga reaksi penggaraman karena
membentuk senyawa garam.
Contoh
reaksi pembentukan garam sebagai berikut.
Asam
+ Basa → Garam + Air
Asam
klorida + Natrium hidroksida → Natrium klorida + air
HCl (aq) + NaOH (aq) → NaCl (aq)
+ H2O (ℓ)
Asam Basa Garam
Air
Walaupun reaksi asam dengan basa disebut reaksi
penetralan, tetapi hasil reaksi (garam) tidak selalu bersifat netral. Sifat
asam basa dari larutan garam bergantung pada kekuatan asam dan basa penyusunnya.
Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat bersifat netral,
disebut garam normal, contohnya NaCl dan KNO3. Garam yang berasal
dari asam kuat dan basa lemah bersifat asam dan disebut garam asam, contohnya
adalah NH4Cl. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat
bersifat basa dan disebut garam basa, contohnya adalah CH3COONa. Simaklah
beberapa garam yang telah dikenal dalam kehidupan sehari-hari pada tabel berikut.
Nama Garam
|
Rumus
|
Nama Dagang
|
Kegunaan
|
Natrium klorida
Kalsium karbonat
Kalium nitrat
Kalium karbonat
Natrium fosfat
Amonium klorida
|
NaCl
CaCO3
KNO3
K2CO3
Na3PO4
NH4Cl
|
Garam dapur
Kalsit
Salpeter
Potas
TSP
Salmoniak
|
Penambah rasa
Bahan cat
Pupuk
Bahan sabun
Bahan deterjen
Bahan baterai
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar